Liburan, Momentum Membentuk Remaja Muslim Qurrata A’yun

Memahami Makna Qurrata A’yun

Allah Swt. berfirman, Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai qurrata a’yun (penyejuk hati kami).’.” (QS Al-Furqan: 74)

Ayat tersebut menjadi permohonan yang senantiasa dipanjatkan setiap orang tua dalam doa-doa mereka. Orang tua berharap keturunan mereka menjadi qurrata a’yun. Hanya saja keluarga muslim mesti memahami apa makna qurrata a’yun tersebut.

Banyak ulama tafsir yang menjelaskan tentang ayat ini, di antaranya Ibnu Katsir yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang memohon kepada Allah agar dikeluarkan dari ‘sulbi’ mereka keturunan yang taat kepada Allah dan menyembah-Nya semata, tanpa mempersekutukan-Nya.

Menurut Ibnu Abbas, mereka ingin memperoleh keturunan yang selalu mengerjakan ketaatan kepada Allah sehingga hati mereka menjadi sejuk melihat keturunannya dalam keadaan demikian, baik di dunia maupun di akhirat.

Ikrimah mengatakan, mereka tidak bermaksud agar memperoleh keturunan yang tampan, tidak pula yang cantik, tetapi mereka menginginkan keturunan yang taat.

Al-Hasan al-Basri pernah ditanya tentang makna ayat ini. Ia menjawab, “Makna yang dimaksud ialah bila Allah memperlihatkan kepada seorang hamba yang muslim istri, saudara, dan kerabatnya yang taat kepada Allah. Demi Allah, tiada sesuatu pun yang lebih menyejukkan hati seorang muslim daripada bila ia melihat anak, cucu, saudara, dan kerabatnya yang taat kepada Allah Swt..”

Sementara itu, menurut Ibnu Juraij, orang-orang yang menyembah-Mu dengan baik dan tidak menjerumuskan kami ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang.

Dari semua penafsiran tersebut dipahami bahwa anak remaja qurrata a’yun adalah remaja yang taat kepada Allah dan menjauhi maksiat sehingga menyejukkan hati orang tua dan membuat mereka tenang, baik di kedupan dunia maupun akhirat.

Membuat Agenda Bersama

Kesempatan liburan harus dimanfaatkan orang tua dan keluarga untuk membina anak remaja mereka menjadi muslim yang taat, yakni taat kepada seluruh yang diajarkan di dalam Islam. Dengan demikian, libur sekolah bukan bermakna libur mengaji, salat sunah, baca Al-Qur’an, dan dakwah. Libur sekolah tidaklah menjadi kesempatan mager, berlama-lama di depan televisi, main handphone, atau bersantai jalan-jalan ke mall bersama teman-teman.

Keluarga harus menargetkan liburan anak remaja mereka berkualitas dengan bersama–sama meningkatkan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Bukan berarti mereka tidak boleh ‘pegang HP’, menonton TV, atau jalan-jalan. Hanya saja itu semua bukan agenda yang mendominasi waktu remaja selama libur sekolah dan berada di rumah.

Oleh karena itu, harus ada kesepakatan agenda liburan yang terjadwal bagi seluruh anggota keluarga, baik ayah, ibu, anak-anak, maupun siapa saja yang tinggal bersama di rumah. Termasuk juga agenda aktivitas remaja membantu pekerjaan yang selama ini dilakukan orang tua di rumah.

Pemahaman ini harus ada di benak orang tua, keluarga, dan remaja itu sendiri. Mereka harus duduk bersama menyepakati berbagai agenda remaja taat selama masa liburan mereka.

Teladan Ketaatan

Selama liburan, remaja akan lebih banyak berinteraksi dengan keluarga, maka mereka akan melihat secara langsung kebiasaan taat orang tua dan keluarganya. Dengan demikian, liburan harusnya juga menjadi momentum bagi orang tua untuk memperbaiki diri dalam hal keterikatan terhadap syariat dan menjalankan berbagai amal sunah dalam Islam. Hal ini sekaligus menjadi contoh bagi anak remaja mereka.

Orang tua yang terbiasa salat duha, salat berjemaah, membaca Al-Qur’an, mengaji Islam, suka sedekah, dan lain-lain akan dilihat dan bisa jadi langsung ditiru oleh anak mereka. Setidaknya orang tua akan mengajak anak remaja mereka untuk melakukan hal yang sama.

Jika kondisi orang tua bekerja, mereka akan mengingatkan anak-anak mereka untuk melakukan kebaikan-kebaikan tersebut. Orang tua yang bekerja di luar rumah pun bisa menyampaikan kepada anak-anak mereka bahwa berbagai amal saleh itu tetap dilakukan orang tua meskipun di tempat kerja.

Begitu pula dengan lingkungan rumah. Keluarga muslim hendaknya mengupayakan ketika anak mereka memasuki masa liburan agar lingkungan bermain atau berkumpul adalah lingkungan yang aman bagi ketaatan anak remaja mereka. Jika memungkinkan, diupayakan ada forum kajian remaja mengisi masa liburan. Bisa bersama sesama remaja di lingkungan rumah atau bersama kerabat yang berusia remaja atau teman sekolah yang domisilinya berdekatan.

Inilah di antara upaya keluarga muslim dalam memanfaatkan kesempatan liburan remaja untuk menjadikan mereka remaja qurrata a’yun. InsyaAllah. [MNews/Rgl]

slot gacor

slot gacor hari ini

bolavitaslot

slot gacor

bolavita

s1288poker

s1288poker

s1288poker

s1288poker

s1288poker

s1288poker

mbo128

slot qris

mbo128

slot qris

mbo128

slot qris

mbo128

rtp live

mbo128

sv388

mbo128

piala dunia 2026

agens128

sv388

mbo128

mbo128 login

live casino

mbo128

slot qris

situs slot qris

bolavita

bolavita

sbobet

sv388

daftar sbobet