Assalamualaikum wr.wb
Apa kabar generasi Khoiru Ummah hari ini?
Jangan lupa sedekah Jum’atnya ya shalih shalihah😊
Yuk mengenal salah satu sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf.
Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Rasulullah, lahir setelah tahun Gajah, 580 M di Makkah.
Ia adalah salah seorang dari delapan orang pertama (As-Sabiqunal Awwalun) yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar.
Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah. Beliau adalah sahabat Rasulullah yang terkenal dengan kedermawanan dari harta yang beliau miliki.
Seperti kaum Muslimin yang pertama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.
Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib, di Kota ini Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi Al-Anshari.
Saad adalah orang terkaya di kota Madinah pada masa itu, beliau berniat membantu Abdurrahman dengan hartanya, namun tak serta merta Abdurrahman terima. Sa’ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana.
Berkat kegigihan dan kesungguhan dalam bermuamalah, beliau menjadi satu orang terkaya yang menginfaqkan hartanya untuk jalan Allah.
Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad di jalan Allah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka’ab At-Taimy, seorang kaum Musyrikin pembenci Allah. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.
Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas yang jika dikonfersikan saat ini sekitar 2,5 M. Subhanallah 🤲
Hingga saat Rasulullah wafat, Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.
Sudahkah kita bersedekah dibalik harta yang kita miliki?
Semoga Allah memberikan kemudahan pada kita untuk berjuang bersama di jalan Allah, baik dengan iman islam kita maupun dengan harta kita. Aaminn 🤲
Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum wr.wb💐

