Lantas infaq terbaik itu bagaimana? Apa dengan jumlah uang yang sangat banyak atau cukup hanya dengan senyuman kepada sesama saudara muslim kita?
Terbaik sini tentu tidak bisa sama rata, tetapi ada rumusnya lho..
Pertama, Niat ketika akan berinfaq. Walaupun hanya selembar uang dua ribu rupiah atau bahkan membantu merapihkan sendal di masjid. Jika niat ikhlas karna Allah ternyata ini adalah langkah awal kita untuk melakukan tiap perbuatan, jadi bukan hanya ketika melakukan sedekah ya!
Kedua, caranya benar. Nah yang ini penting pake banget, karna kita harus kembali kepada tuntunan syar’i. Ternyata uang yang kita sedekahkan adalah hasil mencuri atau boleh didapatkan dengan paksa. Dan ketika merapihkan sendal di masjid kita malah menyembuyikan sendal teman. Astagfirullah..
Hari Jum’at tentu adalah hari nya umat Islam, karna tiap amalan dalam rangka meraih ridho Allah SWT akan sangat baik jika dilakukan dalam hari tersebut. Maka jangan lupa soal dua rumus tadi!
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ
“Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at. Hari tersebut adalah hari diciptakannya Adam, hari ketika Adam dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika Adam dikeluarkan dari surga. Hari kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim no. 2912)
Semoga segala upaya kita meraih ridho Allah SWT dapat diterima, sehingga dapat dijadikan hujjah untuk memasuki surga-Nya..
Aamiin Allahumma Aamiin

