Siswa-siswi kelas 4 Khoiru Ummah Serpong, belajar Tsaqofah yakni Mahfuzhat bersama ustadz Ali Muslim. Kali ini membahas salah satu Hadits mengenai Ulama Pewaris Nabi,
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
Artinya: “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (H.R. At-Tirmidzi & Abu Dawud).
Ustadz Ali Muslim juga menyampaikan bahwa Allah telah memuliakan para ulama yang merupakan orang-orang pilihan atas seluruh manusia. Menjadikan mereka di tengah-tengah umat yang Allah titipkan untuk menyampaikan ilmu yang diwarisi dari Nabi melalui lisan, jiwa, dan perbuatan mereka.
Tujuan dari pelajaran Mahfuzhat diantaranya :
- Membiasakan menulis dan memambah mufrodat (kata benda) pada Bahasa Arab.
- Mampu menghafalkan dan menyetorkan hafalan dari Mahfuzhot yang dibahas.
- Menguatkan pemahaman mengenai makna hadits sehingga dapat memotivasi melakukan amalan baik.
MasyaAllah, tentu menjadi seorang ulama bukan hal yang mudah dan akan menempuh perjalanan panjang dalam menimba ilmu. Semoga Allah senantiasa menjaga para Ulama agar dapat menyampaikan berbagai ilmu kepada umat.
Aamiin Allahumma Aamiin..

