Anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan kasih sayang. Selain itu, orang tua juga mempunyai tanggung jawab mendidik dan membimbing anak agar menjadi insan beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia.
Keluarga merupakan pondasi yang akan membentuk akidah anak. Dan orang tua mempunyai peranan penting dalam membangun akidah keimanan dalam diri anak. Terlebih orang tua adalah sosok yang menjadi panutan bagi anak-anak mereka. Apapun yang dilakukan oleh orang tuanya, maka akan ditiru dan dipraktekkan oleh anaknya.
Dalam mendidik anak, harus ada bimbingan dan arahan serta panutan agar anak tidak terjerumus dalam jurang kekufuran. Peran orang tua sangat penting dalam menanamkan akidah Islam kepada sang buah hati. Selain itu, memberikan teladan kesalihan bagi anak juga sangat penting. Jangan hanya menuntut anaknya salih tapi orang tua tidak mau memberikan teladan. Misalnya, menginginkan anak sholat tepat waktu, sementara orang tua masih sibuk bersosial media, dalam keadaan tersebut maka anak akan protes dan tidak mau mengerjakan, karena tidak ada contoh yang menjadi panutannya.
Akan tetapi, keadaannya akan berbeda ketika orang tua memberikan teladan. Jika menginginkan anak mengerjakan sholat tepat waktu, maka orang tua harus melakukannya terlebih dahulu sebagai contoh bagi anaknya. Atau mengajak anak sholat tepat waktu secara bersama, membaca Al-Qur’an bersama, mengajarkan anak perempuan menutup aurat sejak kecil, dengan cara memberi teladan ibunya menggunakan pakaian yang menutup aurat secara syar’i, dan memberikan contoh pada semua aktivitas yang mendapat ridha di sisi Allah. Maka secara otomatis anak akan mengikuti, karena sesungguhnya anak akan menirukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Orang tua harus menyadari, mendidik anak merupakan amanah yang darinya orang tua akan di mintai pertanggungjawaban. Maka, orang tua pun harus mendidik anak agar menjadi manusia yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta selalu terikat dengan hukum syara’ dalam setiap perbuatannya, serta memberikan teladan yang baik agar anak dapat menjadi penolong di dunia dan akhirat. Karena ketika manusia telah meninggal dunia, akan terputus amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak yang salih.
Diterangkan dalam sebuah hadis, dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ apabila seseorang telah meninggal maka terputuslah amalnya (ganjarannya) kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)
Semoga anak-anak kaum muslimin menjadi anak-anak salih dan salihah, menjadi pejuang Islam yang tangguh untuk menegakkan Islam kembali diterapkan di muka bumi.
Waallahu’alam bish-shawab.

