Materi mata pelajaran Tsaqofah pekan lalu adalah tentang peran ayah dan ibu dalam keluarga.
Target pelajarannya adalah agar siswa memahami kewajiban ayah dan ibu serta perbedaan peran antara ayah dan ibu.
Untuk mendukung tercapainya target pembelajaran, Ustadzah memberikan project yang harus dikerjakan oleh setiap siswa, yaitu :
1. Siswi akhwat belajar memasak dari ibu dan bisa membuat satu masakan. Dengan demikian siswa akan memahami tugas berat seorang ibu sehingga mereka akan dengan ringan membantu tugas ibu di rumah dan juga belajar untuk menjadi seorang ibu.
2. Siswa ikhwan harus mampu menghasilkan uang dari hasil usaha sendiri. Dengan demikian siswa akan memahami bahwa beban menafkahi keluarga ada di tangan ayah, dan juga merasakan bahwa perlu kerja keras untuk mendapatkan uang sehingga siswa akan menjadi anak yg tangguh dan tidak mudah menghamburkan uang.
Project ini diselesaikan tentu saja dengan bimbingan dari orang tua.
Hasil yang terdokumentasikan :
🥞 Azka adalah siswa yang pemalu. Dalam menjalankan project ini Azka berjualan kue apem di sekitar rumahnya. Tentu rasa malu itu sangat kuat, dan dengan memahami bahwa beban nafkah akan dipegang oleh laki-laki maka rasa malu harus disimpan. Dan usaha mendapatkan uang harus terus dijalankan. Dan alhamdulillah Azka berhasil menjual seluruh kuenya dan mengambil hikmah dari project ini.
🥔 Atqy menjalankan projectnya dengan membantu bibinya menjalankan warung sayurnya. Disana Atqy membantu memilih bawang, menimbang dan menukar uang kembalian. Waktu telah malam, namun roda ekonomi masih terus berputar. Para pejuang keluarga masih menjalankan perannya sebagai pencari nafkah utama. Dan Atqy, semakin memahami bahwa menjadi ayah adalah tanggung jawab yang sangat besar.
🍛 Khonsa pekan ini belajar memasak dari sang ibu. Dan tentu saja ini bukan yang pertama kali. Malam ini Khonsa memasak nasi goreng, dari sejak memilih bumbunya sampai penyajian. Waktunya cukup lama, dan jauh lebih lama dibandingkan waktu yang dihabiskan untuk memakannya. Demikianlah peran ibu di rumah. Ibu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sarapan untuk anggota keluarga, dan juga tidur lebih larut untuk memastikan rumah bersih dan nyaman. Dan alhamdulillah Khonsa banyak belajar dari project ini.
🧹 Kali ini Shahira mengambil peran ibu sebagai wanita yang bertanggung jawab dengan kenyamanan anggota keluarganya. Shahira membersihkan rumah dari menyapu, mengepel, membuang sampah, sampai menjemur pakaian. Itu adalah aktifitas harian ibu. Berjam-jam waktunya dihabiskan untuk memberikan kenyamanan bagi keluarga. Apakah ibu tidak merasa lelah? Tentu saja lelah, tapi dengan memahami bahwa ibu lah yang menjadi pengatur di rumah. Dari mendidik putra/inya sampai mempersiapkan segala kebutuhannya. Tanggung jawab itu sangat besar. Dan itu mengapa surga anak-anaknya ada di bawah telapak kaki ibu.
Setelah ini InsyaAllah ananda akan semakin sayang, patuh dan ringan dalam membantu orang tua yaa..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Office :
Jl. Ciater Rw. Macek No.66, Ciater, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Contak person :0812-9716-9388
Email : serpong.khoiruummah@gmail.com
🌐 Link Pendaftaran Online STP Khoiru Ummah Serpong
🌐 Chat via WA AdminKU
Selengkapnya
https://www.facebook.com/khoiruummahserpong/

