“Siapa yang ingin menjadi pilot?” tanya Kakak taruna kepada siswa/i STP Khoiru Ummah Serpong pagi tadi. Dan hampir seluruh siswa mengangkat tangannya ☝😃😍
Menjadi pilot adalah profesi dambaan bagi banyak anak. Bagaimana tidak? Profesi yang bertugas mengendalikan alat transportasi udara ini terlihat keren, wah dan seakan diluar jangkauan 👨✈
Melalui rihlah ilmiyah kali ini, siswa kelas 1-6 STP Khoiru Ummah Serpong tingkat dasar belajar mengenai banyak hal yang berhubungan dengan bandara dan sarana pendukungnya.
Pagi hari dimulai dengan kunjungan kami di Air Navigation Indonesia (Airnav). Disini anak2 melihat tata letak fasilitas2 di bandaran Budiarto. Mereka dikenalkan mengenai fungsi proses navigasi, apron, hanggar, taxi way, runway dan juga fasilitas lainnya. Dari tower yang ada di Airnav, anak2 dapat melihat dengan jelas fasilitas yang ada di sekitar bandara.
Selanjutnya anak2 diajak menuju hanggar oleh Kakak2 dari Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug. Disana anak2 dikenalkan dengan bermacam petugas yang membantu penerbangan di bandara, salah satunya adalah Ground Marshall yang bertugas memarkir pesawat dan memiliki otoritas penting sebelum pesawat diperbolehkan terbang. Selanjutnya anak2 dijelaskan mengenai bagian2 pesawat, dan juga langsung mencoba menaiki pesawat. Bahagia sekali yaa 😍
Waktu sudah menuju saatnya shilat Dzuhur ketika kami selesai mengunjungi hanggar. Dengan bus yang kami tumpangi, kami bergegas menuju masjid di kawasan PPI untuk melaksanakan sholat berjamaah dan juga makan siang. Matahari yang bersinar cerah siang ini alhamdulillah mempermudah aktivitas kami ☺
Setelah makan siang, kami dibagi menjadi 2 kelompok. Anak2 kelas 1-3 akan bergembira di tepi danau melakukan bermacam lomba yang telah disediakan Ustadz/ah kami. Sedangkan untuk kakak kelas 4-6 melanjutkan belajarnya di Stasiun Meteorologi Bandara Budiarto Curug.
Ternyata satu hal yang sangat penting dalam dunia penerbangan adalah informasi mengenai cuaca. Dan stasiun Meteorologi mengolah data tersebut untuk diberikan kepada bandara Budiarto setiap 1 jam sekali. Disana kami melihat bermacam alat untuk mengukur cuaca, diantaranya adalah termometer, anemometer, kolam penguapan dan juga barometer. Dan puji syukur kepada Allah yang telah menciptakan manusia dengan akal sehingga dapat membuat alat yang memudahkan kehidupan manusia dan mengurangi kecelakaan.
Demikian kegiatan belajar kami hari ini. Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang sangat berharga yang tekah diberikan kepada kami. Semoga ilmu yang kami peroleh hari ini akan bermanfaat untuk kehidupan kami di masa depan. Aamiin..
Tambahan :
Sesi terakhir di stasiun Meteorologi, anak2 kembali ditanya siapa yang ingin menjadi pilot, dan ada satu anak yang tidak mau. Alasannya “Aku tidak mau menjadi pilot, aku maunya jadi ground marshall aja (tukang parkir pesawat) 🤭😃 ”
Selengkapnya di
https://www.facebook.com/khoiruummahserpong/

