Bagi yang mencintai sejarah dan gemar membaca, nama Shafiyyah Binti Maimunah sudah tak asing yah. Beliau adalah Ibunda Imam Ahmad bin Hanbal. Yang terkenal dengan Mazhab Imam Ahmad.
Seorang penyair Hafizh Ibrahim pernah mengungkapkan :
الأم مدرسة إذا أعددتها – أعددت شعبا طيب الأعراق
“Seorang ibu merupakan madrasah (bagi anaknya). Apabila engkau persiapkan dengan baik, maka engkau telah mempersiapkan generasi yang baik pula”.
Ungkapan ini tercermin dari kisah Shafiyyah Binti Maimunah.
Sosok Shafiyyah Binti Maimunah tak banyak diceritakan. Beliau menikah ketika usia masih belia, membesarkan anak seorang diri setelah Ayah dari Imam Ahmad wafat.
Tekat dan kegigihannya luar biasa dalam mendidik sang putra, meski himpitan ekonomi kala itu membuat Shafiyyah harus bekerja keras demi pendidikan sang anak, Ahmad.
Kecerdasan Ahmad kecil membuat beliau mampu menghafalkan Al-Qur’an dengan baik, hingga pada suatu hari Ibunda Imam Ahmad menitipkan beliau untuk belajar Hadits dan fikih pada sang Guru.
Kecintaan Ahmad pada sang Ibunda tercermin dari kepatuhan akan perkataan sang Ibu.
Pesan yang Shafiyyah sampaikan pada Ahmad ialah “Wahai Anakku! Apabila Allah telah menyerahkan sesuatu, maka Ia tidak akan menyia-nyiakan selama-lamanya. Maka engkau aku serahkan kepada Allah yang tidak pernah menyia-nyiakan apapun”.
Dari kisah Shafiyyah kita belajar bahwa menjadi Ibu adalah pekerjaan yang paling mulia sepanjang hayat, dari rahim dan pemikiran hebatnya dapat melahirkan generasi peradaban yang gemilang.
Semoga Allah membalas kebaikan Ayah Ibu kita semua. Aamin ![]()
Sumber : Muslimahnews.id

